peta konsep



Berdasarkan pada peta konsep kompetensi yang dibuat, materi koloid perlu penguatan media karena materi koloid merupakan materi kimia yang banyak memerlukan hafalan. Biasanya, kebanyakan siswa kelas IPA sangat susah menghafal, mereka cenderung lebih suka menghitung. Oleh karena itu, pada materi koloid di gunakan media sebagai sarana penyampaian pesan yang variatif dan komunikatif.
Melaui media yang komunikatif siswa menjadi mudah mengingat karena di dalam media tersebut hanya di tonjolkan kata-kata kuncinya saja tanpa memasukkan kata yang berbelit-belit serta ditampilkan tayangan yang menarik dengan variasi gambar dan warna.
Dalam materi pembuatan koloid banyak terdapat sub materi yang penting dan susah untuk dihafalkan. Selain sub materinya banyak, pembuatan koloid juga terdiri dari berbagai proses yang berbeda dan memiliki fungsi sendiri yang spesifik contoh reaksinya pun banyak.
Maka dari itu, di buatlah media untuk membantu siswa dalam menghafal, member ciri dan membantu dalam memahami materi. Media ini berupa media power point yang komunikatif.

Kerangka Berfikir

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan zat yang memiliki sifat berbentuk campuran homogen namun tidak bening, atau keruh, seperti berbagai jenis minuman, susu atau pylox. Zat-zat ini termasuk dalam sistem koloid. Dispersi koloid dapat berupa gas,cairan ataupun padatan.
Berdasarkan jenis fasa pendispersi, yaitu zat yang memiliki jumlah lebih banyak dan fasa zat yang terdispersi koloid terbagi menjadi 8 macam. Macam koloid yaitu aerosol, aerosol padat, busa, emulsi, sol, busa padat, emulsi padat, sol padat. Contohnya adalah kabut, asap, buih krim, susu, cat, marshmallow, mentega, gelas ruby. Masing-masing macam atau jenis koloid mempunyai proses tersendiri dalam pembuatannya.
Apa sajakah proses pembuatan koloid itu??
Pada prinsipnya pembuatan koloid adalah mengubah partikel-partikel berukuran ion, atom, atau molekul menjadi partikel-partikel koloid. Atau mengubah partikel besar menjadi partikel koloid. Untuk memperoleh suatu sistem koloid dapat dilakukan dengan cara kondensasi dan dispersi. Siswa juga harus tahu bahwa cara kondensasi ini terdiri dari reaksi redoks, hidrolisis, substitusi, penggaraman. Sedangkan cara dispersi terdiri dari reaksi mekanik, peptisasi dan busur bredig. Setelah itu siswa harus mengerti ciri khas masing-masing reaksi beserta contoh dan dapat menuliskan reaksi kimia yang terjadi.
Reaksi-reaksi inilah yang dirasa sulit untuk dihafalkan oleh siswa. Masing-masing reaksi memiliki ciri dan kegunaan serta contohnya sendiri. Oleh karena itu, untuk memudahkan siswa belajar dan menghapal serta untuk memahami maka media pembelajaran yang komunikatif sangat diperlukan.

17 komentar:

  1. bagaimana cara untuk membuat media pembelajaran tentang koloid agar mudah dipahami siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. seorang guru harus mampu menganalogikan dan mempraktekan dan tentu saja guru harus mendongkrak pengatahuan awal siswa agar guru terlebih dahulu mengetahu dimana letak kesulitan siswa dalam mempelajrai materi ini

      Hapus
  2. Jelaskan keuntungan dalam pengembangan media pembelajaran menggunakan peta konsep, beserta kerugiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IMHO (in my humble opinion) kelemahan dari peta konsep adalah:

      bila seseorang terlalu banyak menggunakan kata kunci/ gambar kunci (key word/ key image), kode (asosiasi) yang hanya dimengerti oleh si pembuat, maka orang lain akan kesulitan untuk memahaminya. Hal ini memang dianjurkan oleh pakem Mind Map, peta konsep harus dibuat sepribadi mungkin dan itu akan menempel kuat di otak sang pembuatnya.
      cara berpikir seseorang akan menjadi divergen dan ini bisa menjadi kelemahan dan juga sekaligus kekuatan. Kelemahan karena ia akan menjadi kurang fokus pada satu masalah. Kekuatan karena ia terus akan menggenerate ide dari apa yang sudah terlihat di kertas dan menambahkan ide-ide baru yang muncul di kepalanya (otak kanan). Perlu di latih agar ia bisa fokus untuk menganalisis (otak kiri): kelogisan ide2 yang telah muncul, detil dari sebuah cabang peta konsep.
      memerlukan 2-3 kali penggambaran ulang agar peta konsep bisa terlihat lebih rapih dan artistik (bila menggunakan kertas dan pensil/spidol warna), kecuali pakai bantuan program komputer seperti FreeMind

      keuntungan, Pembelajaran dengan menggunakan peta konsep mempunyai banyak manfaat. Ausubel menyatakan dengan jaringan konsep yang digambarkan dalam peta konsep, belajar menjadi bermakna karena pengetahuan atau informasi baru dengan pengetahuan terstruktur yang telah dimiliki siswa tersambung sehingga menjadi lebih mudah terserap siswa (Wahidi, 2010).

      Hapus
  3. bagaimana membuat peta konsep yang baik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam membuat peta konsep ada enam langkah yang harus diikuti“ (Da-har, 1989:126). Keenam langkah tersebut adalah (1) menentukan bahan bacaan, (2) menentukan konsep-konsep yang relevan, (3) mengurutkan konsep-konsep itu, mulai dari yang paling inklusif sampai yang paling tidak inklusif atau contoh- contoh, (4) menyusun konsep- konsep itu di atas kertas, mulai dengan konsep yang paling inklusif di puncak ke konsep yang paling tidak inklusif (5) menghu-bungkan konsep yang berkaitan dengan garis-garis penghubung dan memberi kata penghubung pada setiap garis penghubung itu, dan (6) mengembangkan peta kon-sep tersebut, misalnya dengan menambahkan dua atau lebih konsep yang baru ke setiap konsep yang sudah ada dalam peta konsep.

      Hapus
  4. saya ingin memberi saran . akan lebih baik setelah peta konsep, diberikan materi sesuai peta konsepnya . Terimakasih

    BalasHapus
  5. Sedikit memberi saran daam pembuatan peta konsep anda tersebut menurut saya kurang dijabarkan materi-materinya, karena disana ada jenis-jenis koloid tetapi tidak anda jabarkan jenis-jenisnya. Terimakasih

    BalasHapus
  6. Peta konsep nya sudah bagus dan menurut saya sudah bisa di mengerti oleh para siswa jika di gunakan dalam pembelajaran

    BalasHapus
  7. Peta konsep nya sudah bagus dan menurut saya sudah bisa di mengerti oleh para siswa jika di gunakan dalam pembelajaran

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum saya ingin bertanya mengapa anda memilih materi ini untuk membuat peta konsep anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya , materi ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan juga karena sering kita pakai bahkan . ini lebih cepat didapatkan konsep dari materi ini sebenarnya kepada siswa . diharapkan seperti itu

      Hapus
  9. Saya ingin bertanya kepada anda. Bagiamana cara kita membuat peta konsep yang menarik?

    BalasHapus
  10. misal nya pada peta konsep laba-laba, Tulislah topik utama di tengah-tengah. Peta konsep laba-laba diatur dengan sebuah topik utama di tengah-tengah, subtopik-subtopik menjadi cabang dari topik utama, dan detil pendukung menjadi cabang dari subtopik. Format ini sebenarnya akan membuat peta menyerupai laba-laba. Peta tipe ini juga ideal untuk menulis sebuah esai, karena peta ini dapat membantu Anda menghasilkan bukti pendukung dan memahami detil primer dan sekunder dari subyek tersebut. [2]

    Peta konsep laba-laba juga sangat berguna untuk membantu Anda melihat topik-topik mana yang lebih kaya dari lainnya, karena Anda akan melihat bahwa Anda dapat membuat cabang-cabang konsep yang lebih banyak dari topik yang lebih besar.

    BalasHapus
  11. Bagaimanakah cara menilai apakah peta konsep itu sudah baik atau benar?

    BalasHapus
  12. Menurut Dahar (1996) peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tujuan antara lain:a.

    Menyelidiki apa yang telah diketahui siswab.

    Menyelidiki cara belajar siswac.

    Mengungkapkan konsepsi yang salah pada siswad.

    Alat evaluasi

    BalasHapus