Jawab :
Teori kognitif
pembelajaran multimedia (cognitive theory of multimedia learning/CTML) berpusat
pada ide bahwa peserta didik mencoba untuk membangun hubungan yang berarti
antara kata-kata dan gambar dan bahwa mereka akan belajar lebih dalam daripada
mereka belajar dengan kata-kata dan gambar secara terpisah (Mayer, 2009).
Berdasarkan CTML, salah satu tujuan utama dari pembelajaran multimedia adalah
untuk mendorong pebelajar membangun a coherent mental representation dari
materi yang disajikan. Tugas pebelajar adalah membuat materi yang disajikan
masuk akal secara aktif, akhirnya membangun pengetahuan baru.
Teori kognitif multimedia pembelajaran menawarkan tiga theory-based
assumptionstentang bagaimana seseorang belajar dari kata-kata dan gambar .
1. Dual Channel Assumption
Sistem kognitif manusia terdiri dari
dua saluran berbeda untuk mewakili dan memanipulasi pengetahuan,
yaitu 1) visual-pictorial channel dan auditory-verbal channel(Baddeley,1986,
1999; Paivio, 1986). Gambar memasuki sistem kognitif melalui mata dan dapat
diproses sebagai pictorial representations pada visual-pictorial
channel. Kata-kata lisan memasuki sistem kognitif melalui telinga dan dapat
diproses sebagai verbal representations pada auditory-verbal
channel. Manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi
terpisah yakni untuk informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang
disajikan secara auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap.
Pertama, informasi memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal
visual maupun melalui kanal auditif. Kedua, informasi-informasi ini kemudian
diproses secara terpisah tetapi bersamaan di dalam memori kerja (working
memory), di mana isyarat tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar
(termasuk di dalamnya video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga,
informasi dari kedua kanal tersebut disatukan dan dikaitkan dengan
informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Tahap
ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi yang sama bisa
diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar. Penyebabnya adalah
pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing pembelajar tidaklah sama.
2. Limited Capacity Assumption.
Setiap saluran pada sistem kognitif
manusia memiliki keterbatasan kapasitas untuk memegang dan memanipulasi
pengetahuan (Baddeley, 1986, 1999; Sweller, 1999). Ketika banyak gambar (atau
bahan-bahan visual lainya) disajikan pada saat bersamaan, saluran visual-pictorial bisa
menjadi overload. Ketika banyak kata-kata lisan (dan soundslainnya)
disajikan pada saat bersamaan, saluran auditory-verbal bisa menjadi overload.
Adanya keterbatasan kemampuan manusia
memproses informasi dalam setiap kanal pada satu waktu. Dalam satu sesi
presentasi, audiens hanya bisa menyimpan beberapa informasi visual (gambar,
video, diagram, dsb) dan beberapa informasi tutur (auditif). Asumsi inilah yang
mendasari riset dan teori yang disebut teori beban kognitif (cognitive load
theory). Meskipun beban maksimal tiap individu bervariasi, beberapa penelitian
menunjukkan bahawa rata-rata manusia hanya mampu menyimpan 5-7 ‘potongan’
informasi saja pada satu saat
3. Active Processing Assumption.
Pembelajaran bermakna (meaningful
learning) terjadi ketika pebelajar terlibat dalam pengolahan aktif pada
saluran, termasuk memilih kata-kata dan gambar yang relevan, mengorganisasikan
kata-kata dan gambar ke dalam model pictorial dan verbal yang
koheren, dan mengintegrasikan kata-kata dan gambar satu sama lain dengan
pengetahuan awal (prior knowledge) yang sesuai (Mayer, 1999, 2001; Wittrock,
1989). Proses pembelajaran aktif tersebut lebih memungkinkan terjadi ketika corresponding
verbal and pictorial representations berada pada memori kerja pada waktu
yang sama.
CTML menerima model bahwa terdapat tiga struktur penyimpanan yang dikenal
sebagai sensory memory, working memory, dan long-term memory.
Sweller (2005 dalam Sorden, 2005) mendefinisikan sensory memory sebagai
struktur kognitif yang memungkinkan kita untuk melihat informasi baru, working
memory sebagai struktur kognitif dimana kita secara sadar memproses
informasi, dan long-term memory sebagai stuktur kognitif yang
menyimpan basis pengetahuan kita. Mayer (2005a dalam Sorden, 2005) menyatakan
bahwa sensory memory memiliki 1) visual sensory memory yang
secara singkat memegang gambar-gambar dan printed text sebagai gambar
visual (visual images); dan 2) auditory memory yang secara singkat
memegang kata-kata lisan (spoken words) dan suara (sounds) sebagai auditory
images.
Schnotz (2005 dalam Sorden, 2005) mengacu kepada sensory memory sebagaisensory
registers atau sensory channels menunjukkan bahwa meskipun kita
cenderung untuk melihat dua saluran sensoris yaitu mata untuk memori kerja
visual dan telinga untuk memori kerja auditory, bahwa adalah mungkin ada
saluran sensori lainnya untuk memperkenalkan informasi ke memori kerja seperti
“membaca” dengan jari melalui huruf braile atau orang tuli dapat “mendengar”
dengan membaca bibir. Memori kerja hadir untuk menseleksi informasi dari sensory
memory untuk pengolahan dan pengintegrasian.Sensory memory memegang
salinan sensori dari apa yang disajikan kurang dari 0.25 detik, sementara itu
memori kerja memegang salinan sensori yang diproses dari apa yang
disajikan umumnya kurang dari tiga puluh detik dan dapat memproses hanya
beberapa potong bahan pada satu waktu (Mayer 2010a dalam Sorden, 2005). Long-term
memory memegang seluruh penyimpanan dari pengetahuan seseorang untuk waktu
yang lama.
Dalam pembelajaran
kimia kita dapat mengabil contoh : yakni dengan menggunakan projector pada saat
menjelaskan materi tentang senyawa aromatic dengan aplikaasi tertentu, kemudian
pendidikan menjelaskan secara verbal, maka terjadilah proses penerimaan yang
bai oleh pesert didik, baik visual maupun verbal .
contoh media yang relevan dalam pembelajaran kimia adalah
powerpoint ataupun video pembelajaran. dimana dalam menentukan media apa yamg
tepat juga disesuaikan dengan materi yang hendak disampaikan. diperhatikan juga
karakteristik semua peserta didik dan ketersediaan alat, bahan dan teknologi
yang mendukung. misalnya dalam materi struktur atom, media yang dapat digunakan
adalah penampilan power point gambar struktur atom dimana dalam menerapkannya
diperhatikan juga mengenai prinsip dasar multimedia dan teori pemrosesan
informasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
2)
Jelaskan bagaimana
teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia
pembelajaran kimia.
Jawab:
Theory
Dual coding yang dikemukakan alan paivio ( paivio, 1971-2006 ) menyatakan bahwa
informasi yang diterima seseorang diproses melalui salah satu dari dua chenel ,
yaitu chenel verbal seperti teks dan suara, dan chenel visual ( non verbal
image) seperti diagram , gambar, dan animasi. Kedua chenel ini dapat berfungdi
baik secara independen, secara paralel, atau juga secara terpadu bersamaan (
sadoski,paivio,goeks 1991). Channel verbal memproses informasi secara
berurutan sedangakan chenel non verbal memproses informasi secara bersamaan (
singkron/paralel). Contohnya informasi yang disampaikan dengan menggunakan kata
– kata atau verbal dan ilustrasi yang relevan memiliki kecendrungan lebih mudah
diperlajari dan dipahami dari pada infooormasi yang menggnakan teks
saja, suara saja, perpaduan tek dan suara saja , atau ilustrasi saja. Channel verbal memroses informasi secara berurutan sedangkan
channel nonverbal memroses informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Teori dual coding mengidentifikasi tiga cara pemrosesan
informasi, yaitu:
a.
pengaktifan langsung
representasi verbal atau piktorial,
b.
pengaktifan
representasi verbal oleh piktorial atau sebaliknya
c.
pengaktifan secara
bersama-sama representasi verbal dan piktorial.
Hai masbun.. saya ingon bertanya, coba berikan contoh materi kimia yang dapat dikembangkan dengan media yang anda posting dan sebutkan diatas? terimakasih
BalasHapuscontohnya , yakni dengan menggunakan projector pada saat menjelaskan materi tentang senyawa aromatic dengan aplikaasi tertentu, kemudian pendidikan menjelaskan secara verbal, maka terjadilah proses penerimaan yang bai oleh pesert didik, baik visual maupun verbal .
HapusApakah dalam materi struktur atom, media yang dapat digunakan adalah penampilan power point gambar struktur atom dapat mempermudah siswa dalam menyerap materi yang di sampaikan dengan media tersebut?
BalasHapustentu saja karena dengan media ini materi struktur atom akan lebih mudah di ajarkan dari abstrak menjadi leboh sederhana dan dalam bentuk 3 dimensi struktur atom lebih mudah dilihat sehingga siswa lebih cepat mengerti
Hapussebutkan contoh dari teori dual coding pada materi kimia?
BalasHapusContoh media pembelajaran kimia yang digunakan dalam pembelajaran dapat berupa kartu game, papan deret Volta, atau dengan media computer berbentuk animasi. Media pembelajaran kelarutan, hasil kali kelarutan, dan koloid dapat menggunakan media komputer yang mendukung animasi sehingga memudahkan siswa dalam pemahaman.
Hapusassalamualaikum, :)
BalasHapusdisini saya akan menambahkan jawaban pada pertanyaanpertama dan kedua.
1. pertanyaan pertama mengenai Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.
2. pertanyaan kedua mengeanai Teori dual coding, Cue summation dan cognitive load theory (CLT) adalah teori-teori yang berakar pada psikologi kognitif yang dijadikan landasan dalam merancang multimedia pembelajaran. Teori dual coding yang dikemukakan oleh Paivio (1986) menyatakan bahwa kognisi manusia menggunakan dua saluran pemrosesan informasi yaitu informasi verbal (logogens) berupa kata (lisan atau tertulis) dan informasi nonverbal (piktorial/imagens).
Teori dual coding mengidentifikasi tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
(a) pengaktifan langsung representasi verbal atau piktorial,
(b) pengaktifan representasi verbal oleh piktorial atau sebaliknya
(c) pengaktifan secara bersama-sama representasi verbal dan piktorial.
terimakasih ,, :))
Sedikit menambahkan jawaban nomor 2, Teori dual coding ini jika dikaitkan dengan bagaimana seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru yang disampaikan.
BalasHapusTeori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.
terimakasih kepada teman-teman yang sudah menambahkan dan melengkapi dari jawaban pertanyaan diatas semoga bisa menambah pengetahuan dan lebih bermanfaat
BalasHapussaya ingin menambahkan
BalasHapusAsumsi teori muatan kognitif (cognitive load theory), yaitu:
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption)
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption) yang menyatakan bahwa manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi terpisah yakni untuk informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang disajikan secara auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap. Pertama, informasi memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal visual maupun melalui kanal auditif. Kedua, informasi-informasi ini kemudian diproses secara terpisah tetapi bersamaan di dalam memori kerja (working memory), di mana isyarat tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar (termasuk di dalamnya video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga, informasi dari kedua kanal tersebut disatukan dan dikaitkan dengan informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Tahap ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi yang sama bisa diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar. Penyebabnya adalah pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing pembelajar tidaklah sama.
sedikit menambahkan jawaban nomor 1 mengenai Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.
BalasHapus