TUGAS TATAP MUKA KE-2 DAN KE-3, DISERAHKAN PADA TATAP MUKA 4

1)   Menurut Cognitife Theory of Multimedia Learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia?
Jawab :
Teori kognitif pembelajaran multimedia (cognitive theory of multimedia learning/CTML) berpusat pada ide bahwa peserta didik mencoba untuk membangun hubungan yang berarti antara kata-kata dan gambar dan bahwa mereka akan belajar lebih dalam daripada mereka belajar dengan kata-kata dan gambar secara terpisah (Mayer, 2009). Berdasarkan CTML, salah satu tujuan utama dari pembelajaran multimedia adalah untuk mendorong pebelajar membangun a coherent mental representation dari materi yang disajikan. Tugas pebelajar adalah membuat materi yang disajikan masuk akal secara aktif, akhirnya membangun pengetahuan baru.
       Teori kognitif multimedia pembelajaran menawarkan tiga theory-based assumptionstentang bagaimana seseorang belajar dari kata-kata dan gambar .
1. Dual Channel Assumption
Sistem kognitif manusia terdiri dari dua saluran berbeda untuk mewakili  dan memanipulasi  pengetahuan, yaitu 1) visual-pictorial channel dan auditory-verbal channel(Baddeley,1986, 1999; Paivio, 1986). Gambar memasuki sistem kognitif melalui mata dan dapat diproses sebagai pictorial representations pada visual-pictorial channel. Kata-kata lisan memasuki sistem kognitif melalui telinga dan dapat diproses sebagai verbal representations pada auditory-verbal channel. Manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi terpisah yakni untuk informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang disajikan secara auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap. Pertama, informasi memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal visual maupun melalui kanal auditif. Kedua, informasi-informasi ini kemudian diproses secara terpisah tetapi bersamaan di dalam memori kerja (working memory), di mana isyarat tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar (termasuk di dalamnya video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga, informasi dari kedua  kanal tersebut disatukan dan dikaitkan dengan informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Tahap ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi yang sama bisa diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar. Penyebabnya adalah pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing pembelajar tidaklah sama.
2. Limited Capacity Assumption. 
Setiap saluran pada sistem kognitif manusia memiliki keterbatasan kapasitas untuk memegang dan memanipulasi pengetahuan (Baddeley, 1986, 1999; Sweller, 1999). Ketika banyak gambar (atau bahan-bahan visual lainya) disajikan pada saat bersamaan, saluran visual-pictorial bisa menjadi overload. Ketika banyak kata-kata lisan (dan soundslainnya) disajikan pada saat bersamaan, saluran auditory-verbal bisa menjadi overload. Adanya keterbatasan kemampuan manusia memproses informasi dalam setiap kanal pada satu waktu. Dalam satu sesi presentasi, audiens hanya bisa menyimpan beberapa informasi visual (gambar, video, diagram, dsb) dan beberapa informasi tutur (auditif). Asumsi inilah yang mendasari riset dan teori yang disebut teori beban kognitif (cognitive load theory). Meskipun beban maksimal tiap individu bervariasi, beberapa penelitian menunjukkan bahawa rata-rata manusia hanya mampu menyimpan 5-7 ‘potongan’ informasi saja pada satu saat
3. Active Processing Assumption. 
Pembelajaran bermakna (meaningful learning) terjadi ketika pebelajar terlibat dalam pengolahan aktif pada saluran, termasuk memilih kata-kata dan gambar yang relevan, mengorganisasikan kata-kata dan gambar ke dalam model pictorial dan verbal yang koheren, dan mengintegrasikan kata-kata dan gambar satu sama lain dengan pengetahuan awal (prior knowledge) yang sesuai (Mayer, 1999, 2001; Wittrock, 1989). Proses pembelajaran aktif tersebut lebih memungkinkan terjadi ketika corresponding verbal and pictorial representations berada pada memori kerja pada waktu yang sama.
        CTML menerima model bahwa terdapat tiga struktur penyimpanan yang dikenal sebagai sensory memory, working memory, dan long-term memory. Sweller (2005 dalam Sorden, 2005) mendefinisikan sensory memory sebagai struktur kognitif yang memungkinkan kita untuk melihat informasi baru, working memory sebagai struktur kognitif dimana kita secara sadar memproses informasi, dan long-term memory sebagai stuktur kognitif yang menyimpan basis pengetahuan kita. Mayer (2005a dalam Sorden, 2005) menyatakan bahwa sensory memory memiliki 1) visual sensory memory yang secara singkat memegang gambar-gambar dan printed text sebagai gambar visual (visual images); dan 2) auditory memory yang secara singkat memegang kata-kata lisan (spoken words) dan suara (sounds) sebagai auditory images.
       Schnotz (2005 dalam Sorden, 2005) mengacu kepada sensory memory sebagaisensory registers atau sensory channels menunjukkan bahwa meskipun kita cenderung untuk melihat dua saluran sensoris yaitu mata untuk memori kerja visual dan telinga untuk memori kerja auditory, bahwa adalah mungkin ada saluran sensori lainnya untuk memperkenalkan informasi ke memori kerja seperti “membaca” dengan jari melalui huruf braile atau orang tuli dapat “mendengar” dengan membaca bibir. Memori kerja hadir untuk menseleksi informasi dari sensory memory untuk pengolahan dan pengintegrasian.Sensory memory memegang salinan sensori dari apa yang disajikan kurang dari 0.25 detik, sementara itu  memori kerja memegang salinan sensori yang diproses dari apa yang disajikan umumnya kurang dari tiga puluh detik dan dapat memproses hanya beberapa potong bahan pada satu waktu (Mayer 2010a dalam Sorden, 2005). Long-term memory memegang seluruh penyimpanan dari pengetahuan seseorang untuk waktu yang lama.
Dalam pembelajaran kimia kita dapat mengabil contoh : yakni dengan menggunakan projector pada saat menjelaskan materi tentang senyawa aromatic dengan aplikaasi tertentu, kemudian pendidikan menjelaskan secara verbal, maka terjadilah proses penerimaan yang bai oleh pesert didik, baik visual maupun verbal .
contoh media yang relevan dalam pembelajaran kimia adalah powerpoint ataupun video pembelajaran. dimana dalam menentukan media apa yamg tepat juga disesuaikan dengan materi yang hendak disampaikan. diperhatikan juga karakteristik semua peserta didik dan ketersediaan alat, bahan dan teknologi yang mendukung. misalnya dalam materi struktur atom, media yang dapat digunakan adalah penampilan power point gambar struktur atom dimana dalam menerapkannya diperhatikan juga mengenai prinsip dasar multimedia dan teori pemrosesan informasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
2)   Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran  kimia.
Jawab:
Theory Dual coding yang dikemukakan alan paivio ( paivio, 1971-2006 ) menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang diproses melalui salah satu dari dua chenel , yaitu chenel verbal seperti teks dan suara, dan chenel visual ( non verbal image) seperti diagram , gambar, dan animasi. Kedua chenel ini dapat berfungdi baik secara independen, secara paralel, atau juga secara terpadu bersamaan ( sadoski,paivio,goeks 1991). Channel verbal memproses informasi secara berurutan sedangakan chenel non verbal memproses informasi secara bersamaan ( singkron/paralel). Contohnya informasi yang disampaikan dengan menggunakan kata – kata atau verbal dan ilustrasi yang relevan memiliki kecendrungan lebih mudah diperlajari  dan dipahami dari pada infooormasi yang menggnakan teks saja, suara saja, perpaduan tek dan suara saja , atau ilustrasi saja. Channel verbal memroses informasi secara berurutan sedangkan channel nonverbal memroses informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Teori dual coding mengidentifikasi tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
a.    pengaktifan langsung representasi verbal atau piktorial,
b.    pengaktifan representasi verbal oleh piktorial atau sebaliknya
c.    pengaktifan secara bersama-sama representasi verbal dan piktorial.
Theory dual coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari chenel verbal dan non verbal (najar,1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua chenel pemprosesan informasi (verbal Dan non verbal ) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama , yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.

11 komentar:

  1. Hai masbun.. saya ingon bertanya, coba berikan contoh materi kimia yang dapat dikembangkan dengan media yang anda posting dan sebutkan diatas? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. contohnya , yakni dengan menggunakan projector pada saat menjelaskan materi tentang senyawa aromatic dengan aplikaasi tertentu, kemudian pendidikan menjelaskan secara verbal, maka terjadilah proses penerimaan yang bai oleh pesert didik, baik visual maupun verbal .

      Hapus
  2. Apakah dalam materi struktur atom, media yang dapat digunakan adalah penampilan power point gambar struktur atom dapat mempermudah siswa dalam menyerap materi yang di sampaikan dengan media tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu saja karena dengan media ini materi struktur atom akan lebih mudah di ajarkan dari abstrak menjadi leboh sederhana dan dalam bentuk 3 dimensi struktur atom lebih mudah dilihat sehingga siswa lebih cepat mengerti

      Hapus
  3. sebutkan contoh dari teori dual coding pada materi kimia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contoh media pembelajaran kimia yang digunakan dalam pembelajaran dapat berupa kartu game, papan deret Volta, atau dengan media computer berbentuk animasi. Media pembelajaran kelarutan, hasil kali kelarutan, dan koloid dapat menggunakan media komputer yang mendukung animasi sehingga memudahkan siswa dalam pemahaman.

      Hapus
  4. assalamualaikum, :)
    disini saya akan menambahkan jawaban pada pertanyaanpertama dan kedua.
    1. pertanyaan pertama mengenai Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.

    2. pertanyaan kedua mengeanai Teori dual coding, Cue summation dan cognitive load theory (CLT) adalah teori-teori yang berakar pada psikologi kognitif yang dijadikan landasan dalam merancang multimedia pembelajaran. Teori dual coding yang dikemukakan oleh Paivio (1986) menyatakan bahwa kognisi manusia menggunakan dua saluran pemrosesan informasi yaitu informasi verbal (logogens) berupa kata (lisan atau tertulis) dan informasi nonverbal (piktorial/imagens).

    Teori dual coding mengidentifikasi tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
    (a) pengaktifan langsung representasi verbal atau piktorial,
    (b) pengaktifan representasi verbal oleh piktorial atau sebaliknya
    (c) pengaktifan secara bersama-sama representasi verbal dan piktorial.

    terimakasih ,, :))

    BalasHapus
  5. Sedikit menambahkan jawaban nomor 2, Teori dual coding ini jika dikaitkan dengan bagaimana seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru yang disampaikan.

    Teori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.

    BalasHapus
  6. terimakasih kepada teman-teman yang sudah menambahkan dan melengkapi dari jawaban pertanyaan diatas semoga bisa menambah pengetahuan dan lebih bermanfaat

    BalasHapus
  7. saya ingin menambahkan
    Asumsi teori muatan kognitif (cognitive load theory), yaitu:
    Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption)
    Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption) yang menyatakan bahwa manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi terpisah yakni untuk informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang disajikan secara auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap. Pertama, informasi memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal visual maupun melalui kanal auditif. Kedua, informasi-informasi ini kemudian diproses secara terpisah tetapi bersamaan di dalam memori kerja (working memory), di mana isyarat tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar (termasuk di dalamnya video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga, informasi dari kedua kanal tersebut disatukan dan dikaitkan dengan informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Tahap ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi yang sama bisa diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar. Penyebabnya adalah pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing pembelajar tidaklah sama.

    BalasHapus
  8. sedikit menambahkan jawaban nomor 1 mengenai Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.

    BalasHapus